APAKABARGROBOGAN.COM – Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan dirinya akan hadir langsung di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Selasa petang, untuk menyaksikan debat perdana.
Dia juga yakin capres Prabowo Subianto, yang didukung Partai Golkar, akan mampu tampil dengan baik dalam debat tersebut.
“Haqul yakin,” kata Airlangga.
KPU telah menetapkan jadwal pelaksanaan debat capres dan cawapres pada Pilpres 2024.
Baca Juga:
Komunikasi Strategis Publikasi Press Release, Kunci UMKM Memenangkan Perhatian Media dan Pasar
Keberhasilan Koperasi Desa Merah Putih Ditentukan oleh Dukungan BUMN, Ini Strategi Pemerintah
Yang akan berlangsung selama masa kampanye Pemilu 2024 pada 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024.
Baca artikel lainnya di sini : Prabowo Subianto Ungkap Panggilan Presiden Jokowi di Luar Jam Dinas untuk Dirinya
Debat pertama, Selasa malam, mengangkat tema tentang pemerintahan, hukum, hak asasi manusia (HAM).
Juga pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, peningkatan layanan publik, dan kerukunan warga.
Baca Juga:
Mengetahui Indonesia Mampu 3 Kali Tanam Padi dalam Setahun, Inilah Reaksi yang Dilakukan Jepang
Penyidikan Kasus Dugaan Suap Fasilitas Ekspor CPO, Kejagung Periksa 2 Hakim Sebagai Saksi
Airlangga Hartarto mengatakan debat capres-cawapres selama masa kampanye Pilpres 2024 bukan persoalan tentang untung atau rugi.
Lihat juga konten video, di sini: Kalau Prabowo – Gibran Menang Semua Kekuatan akan Dirangkul, Tak Ada yang Ditinggalkan
“Debat kan bukan untung (atau) rugi,” kata Airlangga di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.
Menteri koordinator bidang perekonomian itu menambahkan ada tim yang memberikan masukan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk menjalani debat.
Baca Juga:
Alami Gangguan Kesehatan Usai Konsumsi Makanan Program MBG, Kepala BGN Kunjungi Siswa Cianjur
KPK Panggil 2 Orang Petinggi LPEI Sebagai Saksi Terkait Kasus Korupsi Penyaluran Fasilitas Kredit
Soal jawaban dalam debat akan berpengaruh terhadap elektabilitas pasangan calon, Airlangga mengatakan bahwa persoalan tingkat keterpilihan itu masih panjang.
Dia juga menganggap masih tingginya persentase pemilih mengambang (swing voters) merupakan hal baik untuk diraih.
“Ya, nggak apa-apa, bagus (kalau pemilih mengambang tinggi),” tambah Airlangga.***












